Sejarah Singkat Pondok Modern Darussalam Gontor
Pendahuluan
Pondok Modern Darussalam Gontor adalah salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia. Didirikan dengan visi modern yang progresif, Gontor telah melahirkan ribuan alumni yang berkontribusi di berbagai bidang.
Berdirinya Gontor
Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan pada 20 September 1926 (12 Rabiul Awal 1345 H) di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pondok ini didirikan oleh tiga bersaudara yang kemudian dikenal sebagai Trimurti:
- KH. Ahmad Sahal (1901-1977)
- KH. Zainuddin Fananie (1908-1967)
- KH. Imam Zarkasyi (1910-1985)
Filosofi dan Nilai
Panca Jiwa
Gontor dibangun di atas lima nilai fundamental yang disebut Panca Jiwa:
- Keikhlasan — Berbuat semata-mata karena Allah
- Kesederhanaan — Hidup sederhana bukan berarti miskin
- Berdikari — Mandiri dan tidak bergantung pada orang lain
- Ukhuwah Islamiyah — Persaudaraan sesama muslim
- Kebebasan — Bebas dalam berpikir dan berkarya
Motto
Motto Gontor yang terkenal: "Berdiri di atas dan untuk semua golongan"
Ini mencerminkan sikap netral Gontor yang tidak berafiliasi dengan organisasi atau partai politik manapun.
Keunikan Sistem Pendidikan
Modern dalam Tradisi
Gontor memadukan nilai-nilai pesantren tradisional dengan sistem pendidikan modern:
- Kurikulum terpadu (agama dan umum)
- Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar
- Sistem asrama 24 jam
- Kegiatan ekstrakurikuler yang beragam
- Pendidikan karakter dan kepemimpinan
Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI)
Jenjang pendidikan formal di Gontor setingkat SMP-SMA dengan kurikulum khusus selama 6 tahun (atau 4 tahun untuk program intensif).
Perkembangan Gontor
Cabang-cabang Gontor
Seiring waktu, Gontor berkembang dengan membuka cabang-cabang:
- Gontor 1 — Ponorogo (Pusat)
- Gontor 2 — Madusari, Ponorogo
- Gontor 3 — Kediri
- Gontor Putri 1, 2, 3, dst — Untuk santri putri
- Dan cabang-cabang lainnya di berbagai daerah
Institut Studi Islam Darussalam (ISID)
Gontor juga memiliki perguruan tinggi yaitu Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) yang awalnya bernama ISID.
Alumni Gontor
Gontor telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh di berbagai bidang:
- Ulama dan dai
- Akademisi dan intelektual
- Politisi dan pejabat negara
- Pengusaha
- Profesional di berbagai bidang
Wakaf dan Kemandirian
Salah satu keunikan Gontor adalah status wakafnya. Pada tahun 1958, Trimurti mewakafkan seluruh aset Gontor kepada umat Islam. Ini menjadikan Gontor milik umat, bukan milik keluarga pendiri.
Badan Wakaf mengelola Gontor secara profesional dan mandiri, tidak bergantung pada bantuan pemerintah atau donatur tertentu.
Warisan Trimurti
Para pendiri Gontor meninggalkan warisan yang sangat berharga:
- Sistem pendidikan pesantren modern
- Nilai-nilai Panca Jiwa
- Ribuan alumni yang tersebar di seluruh dunia
- Ratusan pondok pesantren yang terinspirasi dari Gontor
Gontor Hari Ini
Saat ini, Gontor terus berkembang dengan:
- Puluhan ribu santri aktif
- Ratusan ribu alumni
- Belasan cabang di berbagai daerah
- Universitas dan lembaga pendidikan tinggi
- Jaringan alumni (IKPM) di seluruh dunia
Semoga Gontor terus menjadi mercusuar pendidikan Islam yang berkontribusi untuk umat dan bangsa.
Allahummansur man nashara Gontor, Allahumma inna nas'aluka ridlaka wal jannah...
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!