Sejarah Singkat Pondok Modern Darussalam Gontor

SA
Super Admin
27 Desember 2025 3 views 3 menit baca

Pendahuluan

Pondok Modern Darussalam Gontor adalah salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia. Didirikan dengan visi modern yang progresif, Gontor telah melahirkan ribuan alumni yang berkontribusi di berbagai bidang.

Berdirinya Gontor

Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan pada 20 September 1926 (12 Rabiul Awal 1345 H) di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pondok ini didirikan oleh tiga bersaudara yang kemudian dikenal sebagai Trimurti:

  1. KH. Ahmad Sahal (1901-1977)
  2. KH. Zainuddin Fananie (1908-1967)
  3. KH. Imam Zarkasyi (1910-1985)

Filosofi dan Nilai

Panca Jiwa

Gontor dibangun di atas lima nilai fundamental yang disebut Panca Jiwa:

  1. Keikhlasan — Berbuat semata-mata karena Allah
  2. Kesederhanaan — Hidup sederhana bukan berarti miskin
  3. Berdikari — Mandiri dan tidak bergantung pada orang lain
  4. Ukhuwah Islamiyah — Persaudaraan sesama muslim
  5. Kebebasan — Bebas dalam berpikir dan berkarya

Motto

Motto Gontor yang terkenal: "Berdiri di atas dan untuk semua golongan"

Ini mencerminkan sikap netral Gontor yang tidak berafiliasi dengan organisasi atau partai politik manapun.

Keunikan Sistem Pendidikan

Modern dalam Tradisi

Gontor memadukan nilai-nilai pesantren tradisional dengan sistem pendidikan modern:

  • Kurikulum terpadu (agama dan umum)
  • Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar
  • Sistem asrama 24 jam
  • Kegiatan ekstrakurikuler yang beragam
  • Pendidikan karakter dan kepemimpinan

Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI)

Jenjang pendidikan formal di Gontor setingkat SMP-SMA dengan kurikulum khusus selama 6 tahun (atau 4 tahun untuk program intensif).

Perkembangan Gontor

Cabang-cabang Gontor

Seiring waktu, Gontor berkembang dengan membuka cabang-cabang:

  • Gontor 1 — Ponorogo (Pusat)
  • Gontor 2 — Madusari, Ponorogo
  • Gontor 3 — Kediri
  • Gontor Putri 1, 2, 3, dst — Untuk santri putri
  • Dan cabang-cabang lainnya di berbagai daerah

Institut Studi Islam Darussalam (ISID)

Gontor juga memiliki perguruan tinggi yaitu Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) yang awalnya bernama ISID.

Alumni Gontor

Gontor telah melahirkan banyak tokoh berpengaruh di berbagai bidang:

  • Ulama dan dai
  • Akademisi dan intelektual
  • Politisi dan pejabat negara
  • Pengusaha
  • Profesional di berbagai bidang

Wakaf dan Kemandirian

Salah satu keunikan Gontor adalah status wakafnya. Pada tahun 1958, Trimurti mewakafkan seluruh aset Gontor kepada umat Islam. Ini menjadikan Gontor milik umat, bukan milik keluarga pendiri.

Badan Wakaf mengelola Gontor secara profesional dan mandiri, tidak bergantung pada bantuan pemerintah atau donatur tertentu.

Warisan Trimurti

Para pendiri Gontor meninggalkan warisan yang sangat berharga:

  • Sistem pendidikan pesantren modern
  • Nilai-nilai Panca Jiwa
  • Ribuan alumni yang tersebar di seluruh dunia
  • Ratusan pondok pesantren yang terinspirasi dari Gontor

Gontor Hari Ini

Saat ini, Gontor terus berkembang dengan:

  • Puluhan ribu santri aktif
  • Ratusan ribu alumni
  • Belasan cabang di berbagai daerah
  • Universitas dan lembaga pendidikan tinggi
  • Jaringan alumni (IKPM) di seluruh dunia

Semoga Gontor terus menjadi mercusuar pendidikan Islam yang berkontribusi untuk umat dan bangsa.

Allahummansur man nashara Gontor, Allahumma inna nas'aluka ridlaka wal jannah...

Bagikan:

Komentar (0)

Login untuk berkomentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Lainnya

G
Gontorian

Platform jejaring alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Menghubungkan alumni dari berbagai kampus dan angkatan.

© 2026 Gontorian. Platform komunitas independen untuk alumni PMDG.

Platform ini tidak terafiliasi secara resmi dengan Pondok Modern Darussalam Gontor atau yayasan terkait. Data referensi diperoleh dari sumber terbuka yang tersedia untuk publik.