Tradisi Penamaan Marhalah di Pondok Modern Gontor
Apa itu Marhalah?
Marhalah (مرحلة) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti "tahap" atau "angkatan". Di Pondok Modern Darussalam Gontor, marhalah merujuk pada angkatan kelulusan santri dari jenjang Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI).
Setiap marhalah memiliki nama unik yang menjadi identitas dan kebanggaan tersendiri bagi para alumni. Tradisi penamaan ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Gontor.
Sejarah Penamaan Marhalah
Tradisi penamaan marhalah di Gontor dimulai sekitar tahun 1970-an. Sebelumnya, angkatan hanya dikenal dengan tahun kelulusan saja. Seiring waktu, para santri mulai memberikan nama-nama kreatif untuk angkatan mereka.
Nama-nama ini biasanya:
- Dipilih secara musyawarah oleh santri kelas akhir
- Mencerminkan semangat, harapan, atau karakteristik angkatan
- Menggunakan bahasa Inggris, Latin, atau gabungan beberapa bahasa
- Memiliki makna filosofis yang mendalam
Evolusi Nama Marhalah
Era Awal (1978-1985)
Pada era ini, nama-nama marhalah cenderung singkat dan sederhana:
- Tovasa Generation (1978) — Nama singkatan yang misterius
- Siska Generation (1979) — Tetap menggunakan pola singkatan
- Sosyc Generation (1980) — Melanjutkan tradisi nama singkat
- Sikago Generation (1981) — Terinspirasi dari nama kota Chicago
- Lapinggo Generation (1982) — Nama unik khas Gontor
Era Transisi (1986-1997)
Nama-nama mulai lebih bervariasi dengan pengaruh internasional:
- Connection Generation (1986) — Mulai menggunakan kata bahasa Inggris penuh
- Komsol Generation (1989) — Kembali ke pola singkatan
- GO 90 Generation (1990) — Menggabungkan singkatan dan angka tahun
- Dragon Generation (1995) — Menggunakan simbol kekuatan
Era Modern (1998-sekarang)
Nama-nama menjadi semakin kreatif dan elaboratif:
- Green Generation (1998) — Tema warna dan alam
- Lez Bluez Azzavirtium Generation (2004) — Nama panjang dengan nuansa Latin
- Prominent Generation (2020) — Kata-kata motivasional
- Integrated Generation (2024) — Mencerminkan era digital
Makna dan Filosofi
Setiap nama marhalah dipilih bukan tanpa alasan. Di balik nama-nama tersebut terdapat:
- Harapan — Keinginan agar alumni menjadi generasi yang unggul
- Identitas — Pembeda dengan angkatan lain
- Kebanggaan — Rasa memiliki terhadap almamater
- Persatuan — Pemersatu sesama angkatan
Tradisi yang Terus Berlanjut
Hingga saat ini, tradisi penamaan marhalah terus berlanjut. Setiap tahun, santri kelas akhir dengan penuh antusias memilih nama untuk angkatan mereka. Nama ini kemudian menjadi warisan yang akan terus dikenang.
Bagi alumni Gontor, menyebut nama marhalah bukan sekadar menyebut tahun kelulusan, tetapi juga mengingat kembali kenangan, perjuangan, dan persaudaraan yang terjalin selama di Gontor.
Marhalah bukan hanya nama, tetapi identitas seumur hidup.
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!